Kamis, 29 September 2016

Ternyata Inilah Asal Usul Durian Si Raja Buah

agen distributor grosir produsen supplier jual beli pancake durian online murah

Pancake Durian Online Pontianak, Kami adalah produsendistributoragen, dan grosir pancake durian di Pontianakdimana pancake dapat dipesan secara online, rasa dijamin enak dengan harga murah terjangkau.

Sumatera, Kalimantan dan Semenanjung Malaya adalah habitat bagi berbagai spesies atau jenis durian liar. Merujuk ke jurnal yang dipublikasikan oleh Herbarium Bogoriense, dua puluh dari dua puluh sembilan spesies durian liar di seluruh dunia, ditemukan di Nusantara. Tidak berhenti di situ, sembilan belas dari dua puluh spesies yang terdapat di Nusantara dideteksi berada di Kalimantan, tujuh spesies didapatkan di Sumatera, dan satu spesies lainnya ditemukan di Papua, Maluku, Sulawesi, Bali dan Jawa. Mayoritas spesies durian yang ditemukan di Kalimantan termasuk ke dalam spesies endemic yang mana tumbuh secara liar dan hanya dapat ditemukan di hutan Kalimantan.


Maka dari itu, sangatlah urgen untuk melindungi kelestarian hutan-hutan yang ada di Kalimantan, mengingat Kalimantan adalah sentral persebaran plasma nutfah buah durian. Diantara dua puluh spesies yang dijumpai di Nusantara, terdapat mitos tentang buah-buahan lokal. Karenanya, diinpretasikan bila sang raja mau mengawini istri-istrinya untuk mendapatkan keturunan-keturunan yang baik maka mereka akan berpesta durian. Lalu bila sang raja akan megambil keputusan urgen dengan para menteri-menterinya mengenai pemerintahan maka , maka ia akan memakan buah manggis untuk menjernihkan pikirian.


Nama atau istilah durian berasal sebutan melayu yaitu duri karena buah ini mempunyai ciri khas pada kulitnya yang penuh duri tajam, meskipun belakangan ini juga ditemukan yang tidak memiliki duri. Siapa mengira, ternyata buah durian ini masih satu keluarga atau famili dengan Bombacaceae (pohon kapuk). Diantara karakter khas dari durian yang diturunkan dari sifat atau karakter atau sifat famili kapuk-kapukan adalah jatuh dan terbelahnya kulit buah yang sudah masak dari pohonnya.

Durian mempunyai sebutan yang bermacam-macam sesuai daerahnya, seperti duren untuk sebutan dari daerah Gayo, Betawi dan Jawa, kadu untuk sebutan daerah Banten dan Sunda, duriang untuk Manado, duliang untuk Toraja, dan rulen untuk Pulau Seram Timur. Di Sumatera bagian selatan, buah durian disebut dengan duhian, ada lafal ‘h’ di tenggorokan. Di Ambon dan Kepulauan Lease, diistilahkan dengan doriang. Ekspansi usaha yang lebih lebar dan luas melalui perdangan dan bisnis juga dapat dapat menambah khazanah nama atau sebutan untuk durian, seperti durian yang disebut tu lian oleh orang-orang Tiongkok. Di Thailand buah durian diucapkan sebagai thurian.

Raja buah ini telah dikenal oleh negara-negara barat sekitar enam ratus dua puluh tahun yang lalu. Catatan awal yang memperkenalkan durian ke benua Eropa adalah catatan Niccolo Da Conti, saat dia menjelajah ke Asia Tenggara pada abad ke lima belas. Terjemahan oleh Poggio Bracciolini ini memberitahukan bahwa dalam penjelajahan Da Conti telah bertemu dengan orang-orang dari Sumatra yang mempunyai buah berwarna hijau, ukuran sebesar semangka yang disebut durian. Di dalam buah tersebut terdapat daging buah dengan aroma dan cita rasa yang tidak biasa, mirip seperti mentega dan aroma harumnya menyengat.

Di Nusantara, buah durian sudah dikembangkan selama berates-ratus tahun di level desa. Tidak didapatkan dokumen kapan durian pertama kali dibudidayakan. Akan tetapi durian terus berkembang sehinnga memiliki nilai komersial diperkirakan saat pertengahan abad ke delapan belas, saat raja-raja Mataram mendapatkan sajian durian di setiap perayaan kerajaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar